Tampilkan postingan dengan label UMUM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UMUM. Tampilkan semua postingan

KOMITMEN LANGKAH PENERAPAN K3

Posted by e-putra Rabu, 12 Oktober 2011 19.22 1 komentar

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja disebut SMK3 adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan pencapaian , pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman (Permenaker No : PER. 05/MEN/1996).Dalam praktek keseharian perlu adanya suatu sistem yang mengatur hal-hal seputar K3. Maka dari itu dengan mengacu pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor : PER 05/MEN/1996 menegenai Sistem Manajemen  Keselamatan dan Kesehatan Kerja , setiap perusahaan yang memperkejakan sama dengan atau lebih besar daripada seratus orang dan atau jikaalau peruasaaan itu memiliki potensi bahaya yang dditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan, pencemaran, kebakaran dan penyakit akibat kerja serta wajib menerapkan Sistem Manajemen K3 ( Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor : PER 05/MEN/1996 menegenai Sistem Manajemen  Keselamatan dan Kesehatan Kerja ). Dalam lampiran peraturan tersebut diuraikan mengenai Pedoman Penerapan Sistem Manajemen K3 Yang terdiri dari: Komitmen dan kebijakan, Perencanaan, Penerapan, serta Pengukuran dan Evaluasi.

A. Komitmen dan Kebijakan
Komitmen diwujudkan dalam bentuk kebijakan (policy) tertulis, jelas dan mudah dimengerti serta diketahui oleh seluruh pekerja. Manajemen K3 mengidentifikasi dan menyediakan semua sumber daya esensial seperti pendanaan, tenaga K3 dan sarana untuk terlaksananya program K3 di perusahaan-perusahaan. Kebijakan K3 di perusahaan-perusahaan  diwujudkan dalam bentuk wadah K3 perusahaan  dalam struktur organisasi perusahaan. Untuk melaksanakan komitmen dan kebijakan K3 , perlu disusun strategi antara lain :
1. Advokasi sosialisasi program K3.
2. Menetapkan tujuan yang jelas.
3. Organisasi dan penugasan yang jelas.
4. Meningkatkan SDM profesional di bidang K3 pada setiap unit kerja di
lingkungan perusahaan .
5. Sumberdaya yang harus didukung oleh manajemen puncak
6. Kajian risiko secara kualitatif dan kuantitatif
7. Membuat program kerja K3 perusahaan yang mengutamakan upaya peningkatan
dan pencegahan.
8. Monitoring dan evaluasi secara internal dan eksternal secara berkala.



B. Perencanaan

1.    Identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendaliannya;
a. Penyedia Jasa harus membuat, menerapkan dan memelihara prosedur untuk identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendaliannya secara berkesinambungan.
b.Prosedur untuk identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendaliannya haru dipertimbangkan:
c. Penyedia Jasa harus menerapkan prosedur untuk identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendaliannya secara berkesinambungan.
d. Penyedia Jasa harus memelihara prosedur untuk identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendaliannya secara berkesinambungan.
e. Penyedia jasa harus mendokumentasikan dan menjaga rekaman hasil identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian yang ditentukan selalu mutakhir.

2. Pemenuhan perundang-undangan dan persyaratan lainnya
 a. Membuat prosedur untuk mengidentifikasi dan mengakses peraturan dan persyaratan K3 lainnya yang digunakan.
b. Menerapkan prosedur untuk mengidentifikasi dan mengakses peraturan dan persyaratan K3 lainnya yang digunakan.
c. Memelihara prosedur untuk mengidentifikasi dan mengakses peraturan dan persyaratan K3 lainnya yang digunakan.
d. Memperhatikan peraturan perundang-undangan dan peraturan lain yang berlaku dalam membuat, menerapkan dan memelihara SMK3.
e. Memelihara informasi ini selalu mutakhir.
f. Mengkomunikasikan informasi persyaratan peraturan dan persyaratan lain yang relevan untuk personil yang bekerja dalam pengendalian Penyedia Jasa, dan pihak terkait lain yang relevan.
g. Memasukkan biaya penyelenggaraan SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum dalam harga penawaran pengadaan jasa konstruksi.

      3. Sasaran dan Program;
a. Membuat Sasaran K3 yang terdokumentasi.
b. Menyusun Sasaran K3 dengan ketentuan yang berlaku
c. Memelihara sasaran K3 yang terdokumentasi.
d. Mengukur tingkat pencapaian sasaran.
e. Mengkaji tingkat pencapaian sasaran.
f. Membuat program untuk mencapai sasarannya.
g. Menerapkan program untuk mencapai sasarannya.
h. Memelihara program untuk mencapai sasarannya.

C. Penerapan
1. Sumber Daya, Struktur Organisasi dan Pertanggungjawaban;
a. Pimpinan Puncak harus mengambil tanggung jawab utama untuk K3 dan sistem manajemen K3
b. Pimpinan Puncak harus menunjukkan komitmennya
c. Penyedia Jasa harus menentukan penanggungjawab K3
d. Penyedia Jasa harus dapat memotivasi karyawan di tempat kerja untuk bertanggung jawab terhadap aspek K3.




2. Kompetensi, Pelatihan dan Kepedulian;
a. Menjamin setiap karyawan yang terlibat dalam pekerjaan yang mengandung risiko K3 memiliki kompetensi atas dasar pendidikan, pelatihan atau pengalaman yang sesuai.
b. Mengidentifikasi dan melaksanakan pelatihan K3 dan SMK3 sesuai dengan kebutuhannya.
c. Mengevaluasi keefektifan pelatihan.
d. Membuat, menerapkan dan memelihara prosedur kerja karyawan.
e. Prosedur pelatihan harus mempertimbangkan perbedaan tingkatan untuk


3.Dokumentasi;
a. Kebijakan K3
b. Sasaran K3;
c. Uraian lingkup SMK3;
d. Uraian unsur-unsur utama dari SMK3 dan kaitannya,
e. Acuan yang terkait;
f. Rekaman yang diperlukan


D. Pengukuran dan Evaluasi

a. Membuat, menerapkan dan memelihara prosedur untuk pengukuran dan pemantauan kinerja K3 secara teratur
b. Merencanakan dan memelihara prosedur kalibrasi peralatan.
c. Membuat, menerapkan dan memelihara prosedur agar secara berkala dapat mengevaluasi kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
d. Mengevaluasi kepatuhan terhadap persyaratan lainnya yang diikuti.
e. Penyedia Jasa dapat menggabungkan evaluasi ini dengan evaluasi kepatuhan terhadap peraturan, mengacu pada klausul 2.2. ataupun dibuat prosedur terpisah


Jadi menurut pendapat saya dengan menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang melibatkan unsur manajernent dan lingkungan kerja yang terpadu, diharapkan akan mengurangi jumlah kecelakaan kerja di tiap -tiap unit kerja. Maka dari itu komitmen penerapan langkah-langkah K3 harus dilakukan oleh semua elemen yang terlibat termasuk atasan ataupun pekerja perusahaan.

KOLEKSI HMS KITA

Posted by e-putra Selasa, 07 Juni 2011 19.33 0 komentar


Kiat Lulus CPNS 2011

Posted by e-putra Kamis, 19 Mei 2011 20.15 0 komentar
CPNS 2011 – Lulus dari tes CPNS dan bekerja di kantor pemerintahan mungkin jadi dambaan setiap orang. Namun untuk mencapai itu semua, kita butuh kerja keras dan keyakinan yang kuat, mengapa demikian? Seperti diketahui, setiap dibukanya tes CPNS, ribuan orang ikut mendaftar dan melaksanakan tes, padahal lowongan yang tersedia sangatlah terbatas.
Karena itulah kami hari ini sengaja mengambil tema ini, yang diharapkan bagi anda yang nantinya mengikuti tes CPNS bisa merasakan kebahagiaan saat anda dinyatakan lulus setelah hasil tes di umumkan.
Namun untuk mencapai itu semua harus didukung oleh kerja keras, keyakinan dan do’a, tanpa itu semua tips ini ibarat ‘sayur tanpa garam’.
Nah berikut 10 tips yang bisa coba agar lulus di tes CPNS nanti :


1. Ikutilah tes CPNS sebanyak mungkin.
Karena peluang untuk lulus juga menjadi lebih besar, disamping itu mengikuti lebih banyak tes CPNS membuat anda lebih terlatih untuk menghadapi tes CPNS.


2. Jangan cepat menyerah.
Sangat jarang teman yang saya tahu yang baru ikut sekali tes CPNS dan langsung lulus, saya sendiri bisalulus setelah mencoba beberapa kali.


3. Utamakan yang lebih berpeluang.
Peserta tes CPNS untuk menjadi pegawai di Pemkab / Pemkot / Pemprov umumnya lebih banyak dibanding dengan peserta tes CPNS di instansi lain atau di bawah departemen lain. Selain itu, daripengalaman saya soal-soal tes CPNS di departemen lain lebih obyektif dibanding Pemkab / Pemkot / Pemprov. Misalnya yang jurusan Informatika ada tes / soal khusus bidang Informatika.


4. Belajar!
Tips yang satu ini wajib bagi anda, jika ingin lulus tes CPNS tentu anda harus belajar. Jangan mengandalkan SKS (sistem kebut semalam) untuk lulus tes CPNS. Belajarlah minimal seminggu sebelum tes, ya minimal 1 jam per hari. Beli dan pelajari soal-soal tes CPNS yang biasanya banyak dijual di tempat pendaftaran.


5. Ketahui semua informasi.
Jangan sampai hal-hal sepele anda gagal mengikuti tes, misalnya karena terlambat mendaftar atau belum melengkapi persyaratan.


6. Survey lokasi tes.
Jangan meremehkan hal ini, datanglah ke tempat lokasi tes CPNS sehari sebelum tes diadakan dan memastikan dimana tempat duduk anda. Jangan sampai anda kehabisan waktu di hari H karena bingung mencari lokasi tes CPNS atau bingung mencari tempat duduk.


7. Jangan terlambat
Disini tidak berlaku hukum “lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali”. Jika anda terlambat, peluanganda untuk lulus tes CPNS sudah jauh berkurang. Waktu yang tersedia sudah berkurang, anda juga tidak bisa konsentrasi untuk menjawab soal dan semua persiapan anda untuk tes CPNS akan sia-sia. Bila perlu, datanglah sejam lebih awal agar anda lebih rileks dan tidak tergesa-gesa ketika mengerjakan soal.


8. Lengkapi diri
Persenjatai diri anda dengan lengkap, seperti pulpen, pensil, penghapus, alas dan lainnya. Jangan berharap bisa meminjam perlengkapan ini ketika tes sedang berlangsung.


9. Perhatikan petunjuk soal
Perhatikan semua petunjuk soal, seperti cara menjawab, waktu yang tersedia dan hal yang lainnya. Janganpernah menyepelekan apapun disana. Setelah selesai menjawab soal, jika masih tersedia waktu, gunakan untuk memeriksa kembali jawaban anda. Jangan tersenyum kegirangan ketika anda merasa menjadi orang yang paling dulu selesai menjawab soal. Perhatikan sekali lagi, jangan-jangan anda malah belum menjawab satu sesi soal yang ada.


10. Doa
Langkah terakhir tentu saja doa. Entah bagaimana dengan orang lain, tapi saya percaya kekuatan doa. Berusaha sekuat tenaga ditambah dengan doa tentu akan menghasilkan sesuatu yang maksimal. Berdoalah sebelum dan setelah selesai mengerjakan soal tes CPNS sesuai dengan keyakinan anda sendiri.


PESONA LUBUK LINGGAU

Posted by e-putra Rabu, 18 Mei 2011 01.52 0 komentar
            Objek wisata ini adalah bangunan bendungan air Sungai Kelingi yang di bangun oleh pemerintah Belanda pada tahun 1941. Fungsi utamanya sebagai pengairan persawahan yang luasnya ± 8.000 ha yang terletak di kawasan sepanjang sungai Kelingi Kota Lubuklinggau sampai ke Kecamatan Tugu Mulyo, dan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas. Disamping fungsi utama bendungan sebagai pengairan persawahan juga objek wisata, yang akan memberikan nuansa tersendiri bagi para pengunjung. Watervang juga, memiliki nilai historis bagi bangsa Indonesia pada umumnya dan Kabupaten Musi Rawas serta Kota Lubuklinggau pada khususnya.

This tourism is a watervang building which was develoved by Dutch Government in 1941. It has main function as fields irrigation whose width approximate 8000 ares located in along Lubuklinggau Kelingi River area up to Tugu Mulyo Sub-District, and Megang Sakti Sub-District, Musi Rawas Regency. In addition to this main function as fields irrigation also as tourism object, it will give a separated views. Watervang also possesses the historical value to Indonesia people in general and specially for Musi Rawas-Regency and Lubuklinggau Town.

Orde Doric dan Ionic berasal dari zaman Yunani Kuno yang mengambil nama dari dua kelompok suku bangsa Yunani, yaitu Doria (Turunan Italia dan Sicilia) dan Ionia (Turunan Asia Kecil), sebagai kelanjutan dari orde Corinthian yang berasal dari zaman Romawi. Dan karya Vitrivius inilah yang dikenal sebagai Histori Clasicisme dalam teori arsitektur Continental (Eropa daratan) yang berwujud "greeko-Roman" setelah Renaissance. Ada beberapa bangunan lainnya di Acropolis yang cukup menarik, antara lain: Boulenterion; bangunan legislative, Prytaneion; bangunan eksekutif, Haliaea; banguan yudikatif dan Mycenaean Megaron sebagai bangunan tempat tinggal atau rumah para pemimpin. Acropolis sampai sekarang tetap menjadi rujukan dalam Urban Design. Arsitektur Acropolis adalah acuan dari arsitektur berwujud Greeko-Roman yang pernah ditolak secara formal oleh gerakan Bauhaus di Jerman dan beberapa Negara lainnya di daratan Eropa pada awal 1900-an dimana telah menguasai daratan Eropa sejak abad pertengahan setelah Renaissance. Sejatinya dasar teori arsitektur Greeko-Roman oleh sebagian besar sejarawan dan kritikus arsitektur dianggap sebagai ilmu arsitektur yang paling abadi karena muncul di sepanjang zaman, termasuk pada zaman modern sekarang ini.